busana pengantin muslimah modern

Busana pengantin muslimah modern – Menikah adalah even yang terjadi hanya sekali seumur hidup. Setidaknya begitulah niat awal sepasang manusia ketika membangun rumah tangga mereka.Tidak heran jika demi berlangsungnya pesta pernikahan yang diimpikan, banyak yang rela mengeluarkan segala sumber daya yang ia punya. Karena mengurus seremoni pernikahan memang tidak bisa dipandang sebelah mata, mulai menentukan gedung, menu makanan, daftar tamu, baju pengantin dan segala akomodasi lainnya.

Sentuhan Nuansa Kebaya

Yang paling menarik perhatian tentu saja baju pengantin. Di masa lalu, mempelai biasanya mengadopsi adat setempat dalam hal pakaian dan upacara. Sekarang dengan meningkatnya kesadaran menjalankan Islam sesuai ajaran Rasulullah, banyak tradisi yang kemudian dipangkas demi alasan kepraktisan dan menghindari syirik.

Hal itu juga berlaku pada baju pengantin. Pemakaian kemben seperti yang dipakai pengantin wanita kesultanan Jogjakarta atau perempuan Bali tentu saja tidak bisa diterapkan pada mempelai muslimah yang berhijab. Begitu juga dengan kebaya berbahan brokat yang indah tapi transparan itu. Tapi kita wajib bersyukur karena desainer Indonesia terkenal kreatif luar biasa.

Dengan modifikasi disana-sini, kemben cantik maupun kebaya brokat yang indah tetap bisa dipakai oleh mempelai muslimah taat yang berhijab. Seperti busana pengantin muslimah rancangan Irna Mutiara pada 2016 lalu misalnya. Dia membuat baju penganting dengan siluet kebaya tradisional berwarna putih ala RA Kartini tapi dengan desain yang memanjang hingga mata kaki.  Hanya saja kebaya pengantin rancangannya tidak dipadukan dengan kain battik tradisional seperti busana pengantin jawa pada umumnya, melainkan dengan rok warna senada  hingga menutup mata kaki.

Desainer internasional, Dian Pelangi juga tak ketinggalan menambahkan busana pengantin bernuansa kebaya pada rancangannya.  Seide dengan Irna Mutiara, dia membuat kebaya putih yang panjang menjuntai hingga mata kaki, dengan hiasan warna hijau tosca pada bagian depan kebaya serta ikat pinggangnya. Kali ini kebaya pengantin Dian Pelangi dilengkapi dengan rok terusan warna biru model A line yang chic dan serasi.

Pemakaian rok sebagai pengganti kain batik yang super ketat itu memang menguntungkan bagi mempelai wanita, karena tidak seperti kain batik, rok lebar seperti ini akan membuatnya nyaman dan bebas bergerak. Kebebasan bergerak dalam baju pengantin modern bisa jadi menyimbolkan kebebasan seorang perempuan untuk mewujudkan impiannya, meski sudah menikah dan mengemban tanggung jawab baru sebagai istri dan ibu.

Simbolisasi Warna Putih

Jaman sekarang pemakaian warna putih pada gaun pengantin sudah bukan lagi kewajiban, karena banyak desainer yang merancang gaun pengantinnya dengan menampilkan berbagai warna mulai warna putih, warna-warna pastel yang lembut maupun warna warna mencolok seperti merah, biru bahkan hitam baik untuk prosesi pernikahan tradisional maupun modern.

Tapi sepertinya warna putih pada gaun pengantin akan tetap menjadi primadona. Karena pemakaian warna putih pada mempelai menyimbolkan ungkapan bahwa mereka mengikat tali pernikahan dalam kondisi suci tak terjamah. Setidaknya begitulah arti simbol gaun pengantin warna putih yang dipahami secara internasional.

Seperti gaun pengantin bernuansa kebaya yang megah karya Irna Mutiara di atas misalnya. Meski diberi aksen warna disana-sini, dominasi warna putih tetap tidak ditinggalkan oleh perancangnya. Begitu juga Anniessa Hasibuan pada rancangan gaun pengantin modernnya. Meski dia tetap menampilkan warna abu-abu, soft pink dan krem, dia tidak lupa menampilkan gaun pengantin warna putih bertabur mutiara yang megah dan glamour.

Keuntungan seorang muslimah adalah dia tidak terikat dengan ritual upacara adat yang rumit, karena syarat sah sebuah pernikahan dalam Islam sebenarnya sangat sederhana. Tapi jika seorang muslimah masih merasa terikat kuat dengan kampung halamannya, memasukkan unsur budaya lokal pun tak apa, asal tak ada aroma syirik disana.

Atau bisa juga seorang pengantin menggabungkan unsur tradisional dan modern sekaligus, misalnya dalam hal rancangan busana dan perawatan pra nikah. Yang penting seluruh kaidah syar’ie tetap terpenuhi.

LEAVE A REPLY