Foto: Tribunnews.com

Sebuah keputusan yang sangat besar telah diambil oleh Dewi Sandra beberapa tahun silam. Sejak 2013. Ya, Dewi Sandra memutuskan berhijrah dengan mengenakan hijab.

Tak cuma mengubah cara berpenampilannya saja, Dewi Sandra rupanya juga memutuskan untuk mengubah gaya hidupnya secara total. Dewi juga jadi salah satu perempuan yang dijadikan inspirasi para muslimah dalam bergaya hidup dan berpakaian.

Dewi pun bersedia berbagi cerita soal hijab menurutnya. Bagi bintang iklan, film, dan sinetron tersebut, yang paling penting dalam berhijab adalah kenyamanan. 

“Yang penting nyaman. Kalau ada yang bilang hijaban itu panas, sebenarnya para designer dan temen yang produksi baju muslim Indonesia udah sangat paham bahan apa yang cocok dengan cuaca dan budaya kita, jadi nggak ada alasan dengan berhijab itu kepanasan,” ujar Dewi seperti dilansir KapanLagi.com

Semakin lama hijab memang tak bisa dipandang sebelah mata. Makin banyak saja style hijab yang tersedia untuk dipilih para muslimah. Namun, pada intinya berhijab itu adalah menutupi aurat. Meskipun banyak sekali perdebatan soal gaya hijab yang benar atau salah, Dewi rupanya tak terlalu ambil pusing dan memilih gaya yang menurutnya benar.

“Saya tergantung acara, sangat tergantung tempat dan sebenarnya saya casual. Buat saya less is more. Less itu tidak banyak peruntukan, peniti, pentul karena semakin simple semakin nyaman,” kata dia.

Dewi juga tidak terlalu memusingkan penampilan. Sebab, menurut dia alasan utama berjiab adalah karena Allah. “Kita harus Lillahitaala,” katanya.

Alasan kedua, kata Dewi, dia nggak mau ribet. “Saya menjalani apa yang diajarkan ajaran agama saya. Gimana kita mau menjalani kalau itu sulit, sedangkan agama tidak menganjurkan yang sulit,” katanya.

Bagi Dewi, setelah berhijab beban hidup dia justru semakin ringan. Dia tidak harus pusing memikirkan komentar orang terhadap dirinya. Yang penting adalah keridhaan Allah.

“Allah sudah menurunkan semua perintah dengan sangat mudah agar bisa menjalankan hidup mudah dunia akhirat. Buat orang yang membuat justifikasi mungkin harus mempelajari lagi. Seperti saya, tetapi harus belajar menikmati semua proses sampai akhirnya ada di titik ini. I mean life is learning proses. You just dont stop learning,” sambungnya.

Untuk hijab sendiri, Dewi memang lebih suka yang simple dan tak terlalu ribet. Ia sendiri rupanya tak mengikuti trend terbaru atau pandangan-pandangan soal hijab yang benar atau salah. Baginya kenyamanan adalah hal yang utama. 

I dont understand the meaning of urban or syari. The only thing I understand adalah apa yang nyaman untuk kita dan sesuai. Jadi dalam Al-Quran sangat luas kan, bahwa tidak pernah ada cap bahwa berpakaian warna apapun,” katanya.

“Jadi kita sebagai manusia yang punya  background, kesenangan, filosofi, semakin kita belajar semakin kita akan memahami. But for me, saya pakai baju yang nyaman yang terjangkau yang tidak membebani saya. Dan tidak keluar dari koridor yang saya imani,” pungkasnya.

Nah, kalau kamu sendiri hijab yang paling nyaman itu seperti apa sih?

LEAVE A REPLY