muslimah

Wanita Muslimah – Meski minoritas, Islam juga berkembang di Amerika Serikat (AS). Bahkan, sejumlah warga muslim di sana menjadi aktivis pembela hak-hak muslim juga, lho. Padahal, beberapa dari mereka adalah wanita muslimah. Siapa saja mereka?

1. Ilhan Omar

ilhan-omar-1Ilhan Omar sejatinya dilahirkan di Somalia. Tapi dia bermigrasi ke AS pada usia 12 tahun setelah menghabiskan 4 tahun di kamp pengungsian di Kenya. Pada 8 November lalu, dia menjadi perempuan Somalia-Amerika pertama yang terpilih sebagai wakil rakyat di Negara Bagian Minnesota!

Padahal, dia masih sangat muda, lho! Ilhan Omar masih berusia 34 tahun. Dan dengan usia yang masih belia itu dia memperjuangkan undang-undang progresif untuk membela hak-hak kaum miskin. Misalnya biaya kuliah yang terjangkau, reformasi hukum kriminal, persamaan ekonomi, dan penggunaan energi ramah lingkungan.

“Amerika adalah negeri kebebasan dan keadilan untuk semua orang. Tapi kita yang harus terus memperjuangkannya,” kata Omar seperti dikutip Huffington Post.

2. Ibtihaj Muhammad

ibtihaj-muhammadNama Ibtihaj Muhammad memancing perhatian banyak kalangan di AS saat dia menggemparkan negeri Paman Sam tersebut. Dia membuat sejarah sebagai atlet AS pertama yang berkompetisi di Olimpiade dengan hijab!

Meski tidak meraih medali, namun Ibtihaj yang atlet anggar tersebut mampu mencatatkan kemenangan penting di salah satu fase di Olimpiade. Selain itu, kehadirannya membawa pesan serius: bahwa muslimah itu seharusnya tidak boleh merasa dirinya terbatas untuk beraktivitas. Plus, tidak usah takut untuk mengekspresikan keinginanmu berhijab.

“Situasi untuk wanita muslimah memang sulit dengan tekanan di mana-mana. Tapi, kehormatan untuk mewakili kaum muslim dan kulit hitam adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya,” katanya.

3. Linda Sarsour

linda-sarsour-1Nama Linda Sarsour termasuk yang paling sering muncul saat berbicara tentang aktivisme muslim di AS. Dia adalah aktivis utama muslimah AS. Saat pelantikan Donald Trump yang dijadwalkan pada 21 Januari mendatang, dia akan ikut melakukan aksi Women’s March On Washington. Semacam aksi bersama untuk para perempuan demi menagih komitmen Trump pada kaum wanita dan minoritas.

“Kami tak akan berhenti hingga perempuan mendapat tempat dan kesetaraan di semua level kepemimpinan di masyarakat,” katanya. Lebih dari 100 ribu orang sudah menyanggupi untuk datang dalam aksi tersebut. Kamu mau bergabung?

4. Amani Al-Khatahtbeh

Usia muda seharusnya tak menghalangimu untuk membuat perbedaan. Ini seperti yang dilakukan penulis dan entrepreneur Amani Al-Khatahtbeh. Dia masih 24 tahun dan sudah mencatatkan namanya dalam jajaran aktivis muslim utama di AS.

amani-al-khatahtbeh-1Dia adalah pemimpin redaksi MuslimGirl.com, sebuah situs yang dia dirikan saat masih berusia 17 tahun! Dia bahkan menerbitkan sebuah buku memoir yang berkisah tentang kesulitan hidup seorang muslim di AS pasca peristiwa 9/11.

Amani juga dikenal sebagai sosok yang melawan Islamofobia. “Cara yang paling tepat untuk mengungkapkan suara muslim adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengatakannya sendiri. Jangan pernah seolah kamu mewakili mereka. Biarkan mereka sendiri yang berkata,” katanya.

LEAVE A REPLY